Happy Birthday PARIS!!!
Oktober 08, 2011
Stratford Central School.
Monday, 1st October 2007.
13:45.
Siang ini Paris menunggu ayahnya sedikit lebih lama dari biasanya. Ini sudah menjadi kebiasaan kalau hari Senin, Paris harus menunggu ayahnya sedikit lebih lama karena ayahnya ada pekerjaan tambahan dan juga harus menjemput kakaknya terlebih dahulu.
Karena sekolah sudah mulai sepi, dan juga Paris bosan menunggu sendirian. Jadi Paris memutuskan untuk berjalan-jalan keliling sekolah. Sebenarnya sih, dia sudah tahu jelas tentang sekolah ini. Hanya saja rasa bosan memaksanya untuk berjalan-jalan. Apa boleh buat? Daripada harus duduk sendirian di bangku kantin? Lebih baik dia jalan-jalan saja.
***
"Oh!
I'm into you,
And girl,
No one else would do,
'cause with every kiss and every hug,
You make me fall in love,
And now I know I can't be the only one
I bet there’s hearts all over the world tonight
With the love of their life who feel
What I feel when I’m with you, with you, with you, with you, with you… girl
With you, with you, with you, with you, with you… Oh girl"
Potongan lirik Chris Brown - With You terdengar dari arah ruangan musik. Ditambah dengan bunyi piano yang menunjukkan betapa ahlinya sang pemain. Suara penyanyi misterius ini juga begitu merdu.
Paris mempercepat langkahnya. Rasa penasaran yang menggebu-gebu membuatnya tidak sabaran lagi untuk melihat siapa orang yang ada di dalam ruangan musik itu. Tapi sepertinya, rasa penasaran itu tidak bisa dijawab sekarang. Karena, baru saja Paris ingin memegang gagang pintu ruangan musik tersebut, ayahnya langsung datang memanggil namanya. Rasanya cukup kesal juga. Terpaksa rasa penasaran ini harus dikubur dalam-dalam. Huah, dan yang pasti Paris benar-benar jatuh cinta dengan suara penyanyi misterius ini. Andai saja dia tahu siapa orang di dalam ruangan itu…
***
15:30.
Seperti biasanya, sore-sore seperti ini Paris akan menghabiskan waktu luangnya untuk bermain bersama Justin dan juga teman-teman yang lain. Kemarin mereka sudah memutuskan untuk bermain di rumah Justin. Sebelum pergi, Paris mengintip dahulu dari jendela kamarnya. Memastikan kalau teman-teman yang lain sudah berkumpul di rumah Justin. Karena Jennifer sedang pergi bersama temannya, jadi Paris langsung pergi saja ke rumah Justin. Lagian, Jennifer sudah tahu kok kemana Paris pergi.
***
"Do you know who likes to sing in the school's music room?" tanya Paris kepada teman-temannya. Mungkin saja teman-temannya tahu siapa orang yang suka bernanyi di ruangan musik. Kan mereka sudah jauh lebih lama bersekolah di situ.
"Um, I don’t know. Why?" jawab Chaz dengan pandangan bingung. Perasaan Chaz, dia tidak pernah tahu kalau ada murid yang suka bernyanyi di ruangan musik.
"I was waiting for my dad. And I decided to get around the school. When I passed the music room, I heard someone singing Chris Brown's With You. His voice is very nice. Do you know who it was?" jelas Paris. Pokoknya dia benar-benar penasaran dengan orang yang tadi menanyi di ruang musik.
"I don’t know. No need to think about it," ujar Justin. Mukanya sedikit tidak senang ketika Paris membahas tentang orang misterius itu.
"Um, sorry, J" ucap Paris sambil melihat Chaz dengan tatapan penuh tanya.
***
Tuesday, 02nd October 2007.
06:55 AM.
"Hey Justin, can you sing for me?" Paris berjalan sedikit lebih cepat untuk menyusul Justin yang sudah berada agak jauh di depannya. Pagi ini, Paris pergi ke sekolah bersama Justin karena mereka sudah janjian sebelumnya. Sebenarnya sih mereka pergi ramai-ramai. Hanya saja, arah kelas Justin dan Paris searah.
"Aww cmon Paris!" Justin memberhentikan langkahnya tiba-tiba. Paris yang sedang tidak memperhatikan jalan pun menabrak tubuh mungil Justin. Justin menatap Paris. Uh, tapi tatapan apa itu? Tatapan yang tidak bisa dimengerti. Justin memang ahlinya membuat orang penasaran.
"Hm, please Justin!" Paris membalas tatapan Justin. Tatapan meminta belas kasihan. Tapi belum saja Justin sempat menyayi, bahkan menjawab permohonan Paris pun dia belum sempat. Tapi bel masuk malah berbunyi. Dan terpaksa Paris harus mempercepat langkahnya menuju lokernya.
***
Sunday, 14th October 2007.
Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu Paris. Tepat pukul 7 pagi tadi, dia genap berumur 11 tahun. Dan hari ini juga hari yang ditunggu-tunggu Paris. Seperti yang sudah dijanjikan Justin, Justin akan bernyanyi untuk Paris malam ini di pesta ulang tahunnya. Mungkin juga dipesta ini cukup banyak sorotan media. You know lah, ayah Paris kan orang terkenal.
Pagi ini Paris menemui ayahnya sedang sibuk-sibuknya mengatur ruangan untuk pesta nanti malam. Sedangkan kakaknya sedang pergi bersama teman-temannya mencari baju untuk pesta nanti malam. Kalau baju Paris sendiri, sudah disediakan oleh ayahnya dari jauh-jauh hari.
Karena semua orang yang ada di rumah sedang sibuk, Paris memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya. Melihat foto dia dan ibunya yang terpampang di samping tidurnya. Duh, betapa dia merindukan ibunya! Kalau setiap ulang tahun begini, pasti setiap malam Paris selalu menangis mengingat ibunya. Kenapa ya ibunya pergi begitu cepat?
Paris membuka lemari pakaiannya. Mencari sosok syal ungu yang sudah tampak kusam tapi berharga. Dia tersenyum tapi sesak. Teringat lagi akan ibunya yang sudah tenang di sana. Paris mengambil syal ini lalu memeluknya. Serasa seperti memeluk ibunya kembali. Dan yang lebih menyedihkannya lagi, ulang tahun kali ini Paris tidak bisa berkunjung ke makam ibunya. Mungkin liburan natal nanti dia akan berkunjung lagi ke Paris. Ya tapi menurutnya, 2 bulan menunggu untuk mengunjungi ibunya itu adalah waktu yang lama. Yah tapi mau bagaimana lagi?
Paris mengintip dari jendela kamarnya. Dia melihat Justin sedang mencuci sepedanya sedangkan ibunya sedang menyirami tanaman. Bagaimana pun juga Justin lebih beruntung dibanding Paris. Walaupun orangtuanya bercerai, tapi Justin tetap bisa bertemu dengan kedua orangtuanya walaupun memang Justin tidak terlalu sering bertemu dengan ayahnya. Hah, rasanya tidak sabar untuk menunggu pesta dimulai. Ini bukan waktunya untuk larut didalam kesedihan masa lalu.
***
14th October 2007, 07:00 PM
Sekali lagi Jennifer memoles wajah Paris dengan bedak. Dan sekarangg, wow Paris benar-benar terlihat cantik. Tidak diragukan lagi kemampuan kakaknya dalam hal ini. Paris tersenyum dengan mata berkava-kaca. Mengatakan terimakasih tetapi melalui indra penglihatannya. Dia memakai sepatu di dalam kotak yang diletakkannya di atas tempat tidurnya. Sambil menghela nafas, dia berdoa semoga pesta ini berjalan lancar dan juga semoga ibunya turut memperhatikan kebahagiaannya.
Jeniffer menggandeng adik satu-satunya untuk keluar dari kamar. Teman-teman Jennifer dan Paris sudah banyak yang berkumpul. Rekan-rekan ayahnya juga tampak sedang sibuk mengobrol dengan ayahnya. Paris memperhatikan sosok setiap tamu yang sudah ada di rumahnya. Orang yang dia harapkan belum kunjung datang. Chaz, Christian, Caitlin, dan Ryan sudah berkumpul bersama di halaman belakang. Paris tersenyum sambil menghampiri sahabat-sahabat terbaiknya itu. Memeluk mereka satu persatu. Aw dan Christian memberikan kadonya langsung kepada Paris. Padahal kan sudah ada tempat khusus untuk menaruh kado. Dan juga kadonya berbentuk hati. Hmm.
Sekarang sudah waktunya Paris untuk meniup lilin yang ada di kue ulang tahunnya. Tapi rasanya Paris belum mau meniup lilin-lilin kecil ini padahal para media masa sudah tidak sabar untuk mengambil gambar dari putri Michael Adelson. Sekali lagi Paris mencari sosok seseorang yang benar-benar ditunggunya. Tapi tidak mungkin dia menunggu lebih lama lagi. Bisa-bisa karena keegoisannya pesta ini tidak berjalan lancar. Setelah memastikan kalau seseorang itu memang belum datang, Paris menghela nafas panjangnya kemudian menutup matanya. Meminta apa yang dia inginkan diulangtahunnya yang ke 11 ini. Paris membuka matanya setelah dia selesai membuat permintaan.
1… 2… 3…
"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthdaaay, happy birthday, happy birthday to you!"
Suara segerombolan orang terdengar dari arah halaman belakang. Ahhh itu dia! Orang yang dari tadi ditunggu Paris akhirnya muncul juga. Bahkan dia muncul dengan kejutan seperti ini. Memang sih, dia menyanyi, tapi maksud Paris bukan menyanyikan lagu ini..
Caitlin, Chaz, Christian, Justin, dan juga Ryan muncul dari halaman belakang sambil menyanyikan lagu happy birthday. Mereka juga membawakan kue bertuliskan ‘Happy Birthday Paris!! We love you’ Paris melihat Justin dengan tatapan ‘Kau membuatku khawatir’ tapi Justin malah membalasnya dengan senyum jahilnya. Rasanya menyenangkan membuat orang yang sedang berulang tahun menjadi khawatir. Sebenarnya hal ini sudah direncanakan oleh teman-teman Paris dan juga ayahnya. Karena ayahnya tahu, kalau mereka adalah orang yang paling dekat dengan Paris, makanya ayahnya mencetuskan ide seperti ini.
***
Paris duduk dikursi yang ada di dekat kolam berenang. Menatapi langit-langit yang menjadi atap tempat yang didudukinya. Entah kenapa tiba-tiba dia kehilangan semangatnya. Padahal sudah lama dia menunggu hari ini. Tapi begitu hari ini datang, dia malah melewatinya dengan merenung di dekat kolam berenang. Paris hanya melihat sekelilingnya dengan tatapan datar. Padahal orang-orang yang ada di sekelilingnya sedang asyik-asyiknya menikmati pesta.
Paris melihat ayahnya sedang berbicara dengan teman-temannya tapi ada 1 perempuan disitu. Perempuan itu menggandeng tangan ayahnya. Memang sih dia cantik, tapi kan bukan berarti kalau ayahnya tidak memeperhatikan putrinya. Pokoknya dari tadi Paris hanya mendengus kesal melihat ayahnya dari jauh. Siapa sih perempuan itu? Kalau hanya rekan kerja, kenapa harus bergandengan tangan terus? Paris jadi kesel sendiri sama ayahnya. Dan sekarang dia malah menyendiri di dekat kolam berenang. Malah udaranya cukup dingin pula. Huhh! Andai saja ibunya ada disini. Pasti ibunya akan menggandeng dia, memperkenalkannya pada teman-temannya. Woah, rasanya Paris ingin pergi saja ke Paris lalu pergi ke makam ibunya. Lebih baik dia menghabiskan waktunya disitu seharian. Dia bisa membersihkan makam ibunya. Dari pada harus terjebak dipesta ini dan harus menyaksikan ayahnya dengan perempuan lain. Sungguh ulang tahun terburuk!
"Hey," Paris menoleh ketika dia merasa ada orang di belakangnya yang sedang menyapanya.
"Uhm, hey Justin," sapa Paris kembali. Sebenarnya dia sedang tidak mood untuk berbicara dengan orang. Tapi mau bagaimana lagi? Tidak mungkin kan dia menyuruh Justin untuk pergi.
"Why are you here?" Rasanya Justin benar-benar membuat Paris semakin malas untuk berbicara. Haruskah Paris menceritakan semuanya ke Justin? Ini hari ulang tahunnya tapi kenapa suasananya buruk sekaliii!
"Nothing. I do not like this atmosphere," ujar Paris berbohong. Kan tidak mungkin kalau dia menceritakan kalau ternyata dia disini karena dia tidak suka melihat ayahnya dengan perempuan yang sedang digandengnya itu.
"Hmm, Can I do something that will make you happy on your birthday?" tanya Justin sambil melihat Paris yang hanya terduduk tanpa semangat.
"Stay on your promise. Sing a song for me," ujar Paris.
"Okay, okay.
I need you boo
I gotta see you boo
And the hearts all over the world tonight
Said the hearts all over the world tonight
I need you boo
I gotta see you boo
And the hearts all over the world tonight
Said the hearts all over the world tonight
Hey lil mama, ooh you’re a stunner
Hot little figure, yes you a winner, and
I’m so glad to be yours
You’re a class of your own and
Ooh little cutie, when you talk to me
I swear the whole world stops
You’re my sweetheart and
I’m so glad that you’re mine
You are one of a kind, and
You mean to me what I mean to you
And together baby there is nothing we won’t do
’Cause if I got you
I don’t need money
I don’t need cars
Girl you’re my all
And oh, I’m into you and
Girl no one else would do
With every kiss and every hug
You make me fall in love
And now I know I can’t be the only one
I bet there’s hearts all over the world tonight
With the love of their life who feel
What I feel when I’m with you, with you, with you, with you, with you… girl
With you, with you, with you, with you, with you… Oh girl"
"Wow, great voice, boy!" ujar seseorang dari belakang Justin dan Paris. Belum sempat Paris memberikan komentar tapi sudah ada orang yang mendahuluinya terlebih dahulu.
"Uncle Scooter?" tanya Paris heran melihat rekan ayahnya itu. Setahu Paris tadi paman Scooter sedang berbincang-bincang dengan ayahnya tapi sekarang mengapa paman Scooter sudah ada disini? Dan dia malah mendengarkan Justin menyanyikan lagu untuk Paris. Ahh!
Whoaa, finally!
Thank you for reading!
Love you xo!
http://www.facebook.com/irma.manurung1
Monday, 1st October 2007.
13:45.
Siang ini Paris menunggu ayahnya sedikit lebih lama dari biasanya. Ini sudah menjadi kebiasaan kalau hari Senin, Paris harus menunggu ayahnya sedikit lebih lama karena ayahnya ada pekerjaan tambahan dan juga harus menjemput kakaknya terlebih dahulu.
Karena sekolah sudah mulai sepi, dan juga Paris bosan menunggu sendirian. Jadi Paris memutuskan untuk berjalan-jalan keliling sekolah. Sebenarnya sih, dia sudah tahu jelas tentang sekolah ini. Hanya saja rasa bosan memaksanya untuk berjalan-jalan. Apa boleh buat? Daripada harus duduk sendirian di bangku kantin? Lebih baik dia jalan-jalan saja.
***
"Oh!
I'm into you,
And girl,
No one else would do,
'cause with every kiss and every hug,
You make me fall in love,
And now I know I can't be the only one
I bet there’s hearts all over the world tonight
With the love of their life who feel
What I feel when I’m with you, with you, with you, with you, with you… girl
With you, with you, with you, with you, with you… Oh girl"
Potongan lirik Chris Brown - With You terdengar dari arah ruangan musik. Ditambah dengan bunyi piano yang menunjukkan betapa ahlinya sang pemain. Suara penyanyi misterius ini juga begitu merdu.
Paris mempercepat langkahnya. Rasa penasaran yang menggebu-gebu membuatnya tidak sabaran lagi untuk melihat siapa orang yang ada di dalam ruangan musik itu. Tapi sepertinya, rasa penasaran itu tidak bisa dijawab sekarang. Karena, baru saja Paris ingin memegang gagang pintu ruangan musik tersebut, ayahnya langsung datang memanggil namanya. Rasanya cukup kesal juga. Terpaksa rasa penasaran ini harus dikubur dalam-dalam. Huah, dan yang pasti Paris benar-benar jatuh cinta dengan suara penyanyi misterius ini. Andai saja dia tahu siapa orang di dalam ruangan itu…
***
15:30.
Seperti biasanya, sore-sore seperti ini Paris akan menghabiskan waktu luangnya untuk bermain bersama Justin dan juga teman-teman yang lain. Kemarin mereka sudah memutuskan untuk bermain di rumah Justin. Sebelum pergi, Paris mengintip dahulu dari jendela kamarnya. Memastikan kalau teman-teman yang lain sudah berkumpul di rumah Justin. Karena Jennifer sedang pergi bersama temannya, jadi Paris langsung pergi saja ke rumah Justin. Lagian, Jennifer sudah tahu kok kemana Paris pergi.
***
"Do you know who likes to sing in the school's music room?" tanya Paris kepada teman-temannya. Mungkin saja teman-temannya tahu siapa orang yang suka bernanyi di ruangan musik. Kan mereka sudah jauh lebih lama bersekolah di situ.
"Um, I don’t know. Why?" jawab Chaz dengan pandangan bingung. Perasaan Chaz, dia tidak pernah tahu kalau ada murid yang suka bernyanyi di ruangan musik.
"I was waiting for my dad. And I decided to get around the school. When I passed the music room, I heard someone singing Chris Brown's With You. His voice is very nice. Do you know who it was?" jelas Paris. Pokoknya dia benar-benar penasaran dengan orang yang tadi menanyi di ruang musik.
"I don’t know. No need to think about it," ujar Justin. Mukanya sedikit tidak senang ketika Paris membahas tentang orang misterius itu.
"Um, sorry, J" ucap Paris sambil melihat Chaz dengan tatapan penuh tanya.
***
Tuesday, 02nd October 2007.
06:55 AM.
"Hey Justin, can you sing for me?" Paris berjalan sedikit lebih cepat untuk menyusul Justin yang sudah berada agak jauh di depannya. Pagi ini, Paris pergi ke sekolah bersama Justin karena mereka sudah janjian sebelumnya. Sebenarnya sih mereka pergi ramai-ramai. Hanya saja, arah kelas Justin dan Paris searah.
"Aww cmon Paris!" Justin memberhentikan langkahnya tiba-tiba. Paris yang sedang tidak memperhatikan jalan pun menabrak tubuh mungil Justin. Justin menatap Paris. Uh, tapi tatapan apa itu? Tatapan yang tidak bisa dimengerti. Justin memang ahlinya membuat orang penasaran.
"Hm, please Justin!" Paris membalas tatapan Justin. Tatapan meminta belas kasihan. Tapi belum saja Justin sempat menyayi, bahkan menjawab permohonan Paris pun dia belum sempat. Tapi bel masuk malah berbunyi. Dan terpaksa Paris harus mempercepat langkahnya menuju lokernya.
***
Sunday, 14th October 2007.
Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu Paris. Tepat pukul 7 pagi tadi, dia genap berumur 11 tahun. Dan hari ini juga hari yang ditunggu-tunggu Paris. Seperti yang sudah dijanjikan Justin, Justin akan bernyanyi untuk Paris malam ini di pesta ulang tahunnya. Mungkin juga dipesta ini cukup banyak sorotan media. You know lah, ayah Paris kan orang terkenal.
Pagi ini Paris menemui ayahnya sedang sibuk-sibuknya mengatur ruangan untuk pesta nanti malam. Sedangkan kakaknya sedang pergi bersama teman-temannya mencari baju untuk pesta nanti malam. Kalau baju Paris sendiri, sudah disediakan oleh ayahnya dari jauh-jauh hari.
Karena semua orang yang ada di rumah sedang sibuk, Paris memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya. Melihat foto dia dan ibunya yang terpampang di samping tidurnya. Duh, betapa dia merindukan ibunya! Kalau setiap ulang tahun begini, pasti setiap malam Paris selalu menangis mengingat ibunya. Kenapa ya ibunya pergi begitu cepat?
Paris membuka lemari pakaiannya. Mencari sosok syal ungu yang sudah tampak kusam tapi berharga. Dia tersenyum tapi sesak. Teringat lagi akan ibunya yang sudah tenang di sana. Paris mengambil syal ini lalu memeluknya. Serasa seperti memeluk ibunya kembali. Dan yang lebih menyedihkannya lagi, ulang tahun kali ini Paris tidak bisa berkunjung ke makam ibunya. Mungkin liburan natal nanti dia akan berkunjung lagi ke Paris. Ya tapi menurutnya, 2 bulan menunggu untuk mengunjungi ibunya itu adalah waktu yang lama. Yah tapi mau bagaimana lagi?
Paris mengintip dari jendela kamarnya. Dia melihat Justin sedang mencuci sepedanya sedangkan ibunya sedang menyirami tanaman. Bagaimana pun juga Justin lebih beruntung dibanding Paris. Walaupun orangtuanya bercerai, tapi Justin tetap bisa bertemu dengan kedua orangtuanya walaupun memang Justin tidak terlalu sering bertemu dengan ayahnya. Hah, rasanya tidak sabar untuk menunggu pesta dimulai. Ini bukan waktunya untuk larut didalam kesedihan masa lalu.
***
14th October 2007, 07:00 PM
Sekali lagi Jennifer memoles wajah Paris dengan bedak. Dan sekarangg, wow Paris benar-benar terlihat cantik. Tidak diragukan lagi kemampuan kakaknya dalam hal ini. Paris tersenyum dengan mata berkava-kaca. Mengatakan terimakasih tetapi melalui indra penglihatannya. Dia memakai sepatu di dalam kotak yang diletakkannya di atas tempat tidurnya. Sambil menghela nafas, dia berdoa semoga pesta ini berjalan lancar dan juga semoga ibunya turut memperhatikan kebahagiaannya.
Jeniffer menggandeng adik satu-satunya untuk keluar dari kamar. Teman-teman Jennifer dan Paris sudah banyak yang berkumpul. Rekan-rekan ayahnya juga tampak sedang sibuk mengobrol dengan ayahnya. Paris memperhatikan sosok setiap tamu yang sudah ada di rumahnya. Orang yang dia harapkan belum kunjung datang. Chaz, Christian, Caitlin, dan Ryan sudah berkumpul bersama di halaman belakang. Paris tersenyum sambil menghampiri sahabat-sahabat terbaiknya itu. Memeluk mereka satu persatu. Aw dan Christian memberikan kadonya langsung kepada Paris. Padahal kan sudah ada tempat khusus untuk menaruh kado. Dan juga kadonya berbentuk hati. Hmm.
Sekarang sudah waktunya Paris untuk meniup lilin yang ada di kue ulang tahunnya. Tapi rasanya Paris belum mau meniup lilin-lilin kecil ini padahal para media masa sudah tidak sabar untuk mengambil gambar dari putri Michael Adelson. Sekali lagi Paris mencari sosok seseorang yang benar-benar ditunggunya. Tapi tidak mungkin dia menunggu lebih lama lagi. Bisa-bisa karena keegoisannya pesta ini tidak berjalan lancar. Setelah memastikan kalau seseorang itu memang belum datang, Paris menghela nafas panjangnya kemudian menutup matanya. Meminta apa yang dia inginkan diulangtahunnya yang ke 11 ini. Paris membuka matanya setelah dia selesai membuat permintaan.
1… 2… 3…
"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthdaaay, happy birthday, happy birthday to you!"
Suara segerombolan orang terdengar dari arah halaman belakang. Ahhh itu dia! Orang yang dari tadi ditunggu Paris akhirnya muncul juga. Bahkan dia muncul dengan kejutan seperti ini. Memang sih, dia menyanyi, tapi maksud Paris bukan menyanyikan lagu ini..
Caitlin, Chaz, Christian, Justin, dan juga Ryan muncul dari halaman belakang sambil menyanyikan lagu happy birthday. Mereka juga membawakan kue bertuliskan ‘Happy Birthday Paris!! We love you’ Paris melihat Justin dengan tatapan ‘Kau membuatku khawatir’ tapi Justin malah membalasnya dengan senyum jahilnya. Rasanya menyenangkan membuat orang yang sedang berulang tahun menjadi khawatir. Sebenarnya hal ini sudah direncanakan oleh teman-teman Paris dan juga ayahnya. Karena ayahnya tahu, kalau mereka adalah orang yang paling dekat dengan Paris, makanya ayahnya mencetuskan ide seperti ini.
***
Paris duduk dikursi yang ada di dekat kolam berenang. Menatapi langit-langit yang menjadi atap tempat yang didudukinya. Entah kenapa tiba-tiba dia kehilangan semangatnya. Padahal sudah lama dia menunggu hari ini. Tapi begitu hari ini datang, dia malah melewatinya dengan merenung di dekat kolam berenang. Paris hanya melihat sekelilingnya dengan tatapan datar. Padahal orang-orang yang ada di sekelilingnya sedang asyik-asyiknya menikmati pesta.
Paris melihat ayahnya sedang berbicara dengan teman-temannya tapi ada 1 perempuan disitu. Perempuan itu menggandeng tangan ayahnya. Memang sih dia cantik, tapi kan bukan berarti kalau ayahnya tidak memeperhatikan putrinya. Pokoknya dari tadi Paris hanya mendengus kesal melihat ayahnya dari jauh. Siapa sih perempuan itu? Kalau hanya rekan kerja, kenapa harus bergandengan tangan terus? Paris jadi kesel sendiri sama ayahnya. Dan sekarang dia malah menyendiri di dekat kolam berenang. Malah udaranya cukup dingin pula. Huhh! Andai saja ibunya ada disini. Pasti ibunya akan menggandeng dia, memperkenalkannya pada teman-temannya. Woah, rasanya Paris ingin pergi saja ke Paris lalu pergi ke makam ibunya. Lebih baik dia menghabiskan waktunya disitu seharian. Dia bisa membersihkan makam ibunya. Dari pada harus terjebak dipesta ini dan harus menyaksikan ayahnya dengan perempuan lain. Sungguh ulang tahun terburuk!
"Hey," Paris menoleh ketika dia merasa ada orang di belakangnya yang sedang menyapanya.
"Uhm, hey Justin," sapa Paris kembali. Sebenarnya dia sedang tidak mood untuk berbicara dengan orang. Tapi mau bagaimana lagi? Tidak mungkin kan dia menyuruh Justin untuk pergi.
"Why are you here?" Rasanya Justin benar-benar membuat Paris semakin malas untuk berbicara. Haruskah Paris menceritakan semuanya ke Justin? Ini hari ulang tahunnya tapi kenapa suasananya buruk sekaliii!
"Nothing. I do not like this atmosphere," ujar Paris berbohong. Kan tidak mungkin kalau dia menceritakan kalau ternyata dia disini karena dia tidak suka melihat ayahnya dengan perempuan yang sedang digandengnya itu.
"Hmm, Can I do something that will make you happy on your birthday?" tanya Justin sambil melihat Paris yang hanya terduduk tanpa semangat.
"Stay on your promise. Sing a song for me," ujar Paris.
"Okay, okay.
I need you boo
I gotta see you boo
And the hearts all over the world tonight
Said the hearts all over the world tonight
I need you boo
I gotta see you boo
And the hearts all over the world tonight
Said the hearts all over the world tonight
Hey lil mama, ooh you’re a stunner
Hot little figure, yes you a winner, and
I’m so glad to be yours
You’re a class of your own and
Ooh little cutie, when you talk to me
I swear the whole world stops
You’re my sweetheart and
I’m so glad that you’re mine
You are one of a kind, and
You mean to me what I mean to you
And together baby there is nothing we won’t do
’Cause if I got you
I don’t need money
I don’t need cars
Girl you’re my all
And oh, I’m into you and
Girl no one else would do
With every kiss and every hug
You make me fall in love
And now I know I can’t be the only one
I bet there’s hearts all over the world tonight
With the love of their life who feel
What I feel when I’m with you, with you, with you, with you, with you… girl
With you, with you, with you, with you, with you… Oh girl"
"Wow, great voice, boy!" ujar seseorang dari belakang Justin dan Paris. Belum sempat Paris memberikan komentar tapi sudah ada orang yang mendahuluinya terlebih dahulu.
"Uncle Scooter?" tanya Paris heran melihat rekan ayahnya itu. Setahu Paris tadi paman Scooter sedang berbincang-bincang dengan ayahnya tapi sekarang mengapa paman Scooter sudah ada disini? Dan dia malah mendengarkan Justin menyanyikan lagu untuk Paris. Ahh!
Whoaa, finally!
Thank you for reading!
Love you xo!
http://www.facebook.com/irma.manurung1
0 comments